Menyelisik Mitos di Sendang Tirto Kamandanu
Gambar Sendang Tirta Kamandanu (Sumber: travelingyuk.com)
Sendang Tirta Kamandanu merupakan situs peninggalan kerajaan di masa pemerintahan Raja Kediri Sri Aji Jayabaya pada abad ke-12 silam, yang telah dipugar atas prakarsa yayasan Hondodeto Yogyakarta dan didukung oleh segenap lapisan masyarakat. Sendang berarti kolam alami, sedangkan Tirta Kamandanu memiliki makna sumber mata air yang memberi kehidupan. Jadi sesuai namanya Sendang Tirta Kamandanu ini merupakan kolam alami yang berisi sumber mata air yang memberi kegunaan beraneka ragam bagi makhluk hidup. Tempat ini merupakan “Patirtan” (mata air yang dianggap suci) yang digunakan pada masa pemerintahan Sang Prabu Sri Aji Jayabaya dan masih lestari sampai sekarang. Pada masanya difungsikan sebagai kaputran atau tempat bermain putra–putri raja.
Selain sebagai tempat pemandiaan, air Sendang Tirta Kamandanu ini banyak digunakan untuk berbagai keperluan pengunjung sesuai dengan keyakinan masing–masing. Masyarakat meyakini bahwa Sendang Tirta Kamandanu ini digunakan untuk melukad (mandi dan bersuci) oleh Sang Prabu Sri Aji Jayabaya sebelum melakukan “Prama Mokhsa” (kembali menghadap Tuhan beserta dengan raganya). Sendang Tirta Kamandanu ini merupakan bangunan perpaduan 3 agama, yakni Hindu, Budha, dan Islam. Pada bagian patung di Sendang Tirta Kamandanu merupakan patung Hindu yang bernama patung Herihara, bagian depan patung yaitu Trimurti (Siwa, Brahma, Wisnu) dan bagian belakangnya patung Ganesha. Sedangkan pada gapura menggunkan corak Budha, dan semua bangunan dibangun oleh orang Islam.
Air Sendang Tirta Kamandanu dipercaya dapat menyembuhkan penyakit.
Selain itu, juga bisa membuat wajah seseorang menjadi awet muda dan bercahaya. Jika
seseorang ingin mendapatkan khasiat tersebut, terdapat ritual yang harus
dijalani, yaitu berendam di sendang selama 40 hari waktu tengah malam.
Pengunjung banyak berdatangan pada bulan Suro karena dianggap momentum paling pas untuk mencari berkah. Pengunjung bukan hanya dari kalangan masyarakat biasa, tetapi juga para pejabat yang berdoa agar hajatnya terkabul. Sebelum berdoa ada syarat yang harus dilakukan, yaitu menyucikan diri dengan mandi.
(Sumber: https://www.ngopibareng.id/read/sendang-tirto-kamandanu-sisa-peninggalan-raja-jayabaya)

Komentar
Posting Komentar