Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2023

Mengenal Sri Aji Jayabaya dan Ramalannya

          Sri Aji Jayabaya adalah sosok yang terkenal sebagai seorang raja pada zaman Kerajaan Kediri. Nama gelar lengkapnya adalah Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa. Ia terkenal karena Kerajaan Kediri mencapai masa kejayaan pada zaman pemerintahanya yaitu pada tahun 1135-1157 Masehi.    Menurut legenda yang ada, Jayabaya tidak dikatakan meninggal, tetapi Ia moksa yaitu menghilang bersama jasadnya. Hingga kini nama besar Sri Aji Jayabaya tidak hilang dimakan zaman. Meski sudah beratus-ratus tahun lamanya kesaktian sang raja besar Kediri masih dipercaya dan dipegang teguh oleh masyarakat, khususnya masyarakat Jawa.           Semasa hidupnya, Raja Jayabaya memiliki seorang permaisuri yang bernama Dewi Sara dan memiliki tiga putri dan seorang putra, yakni Dewi Pramesti, Dewi Pramuna, Dewi Sasanti, dan Raden Jayawijaya. Namun, pada saat ketiga ...

Legenda Gunung Kelud dan Sumpah Lembu Suro untuk Kediri

Gambar
  Gambar Patung Lembu Suro (Sumber: AGTVnews.com)          Lembu Suro, yang secara harfiah berarti ‘ Sapi Suro ’ adalah sosok yang dianggap  sebagai roh atau makhluk mistis dalam tradisi Jawa. Dalam legenda, Lembu Suro  digambarkan sebagai manusia berkepala sapi yang memiliki kekuatan magis   yang luar biasa. Dikatakan bahwa Lembu Suro merupakan penjelmaan dari roh jahat yang kuat dan memiliki kekuatan supranatural. Menurut cerita  rakyat Jawa, Lembu Suro sering muncul di tengah malam di desa-desa atau tempat terpencil. Ia sering dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa mistis yang menakutkan, seperti kematian mendadak atau bencana alam. Masyarakat meyakini bahwa kehadiran Lembu Suro adalah pertanda buruk dan dapat membawa malapetaka. Dalam beberapa versi legenda, dikisahkan bahwa Lembu Suro datang untuk mencari korban manusia. Ia akan memburu orang-orang yang memiliki dosa besar atau yang telah melanggar aturan-aturan spiritual. Kaw...

Berwisata Sejarah di Cagar Budaya Totok Kerot

Gambar
  Gambar Arca Totok kerot(Sumber: cagarbudayajatim.com) Berwisata ke Cagar Budaya Totok Kerot akan mengingatkan kita pada sejarah terbentuknya Arca Totok Kerot di Desa Bulupasar, Pagu, Kediri, sekitar 10 kilometer sebelah selatan Pamuksan Sri Aji Jayabaya di Desa Menang.      Arca Totok Kerot ini merupakan peninggalan Raja Sri Aji Jayabaya yang memerintah pada tahun 1135 hingga 1157 Masehi. Ia adalah seorang raja yang sangat terkenal dengan ramalan dan kebijaksanaannya. Arca ini memiliki tinggi sekitar 3 meter dengan wujud raksasa perempuan, rambut terurai menjuntai ke belakang dengan posisi bersimpuh, tetapi satu kakinya tegak, matanya melotot, memakai kalung tengkorak, dan terdapat hiasan candrakapala berupa hiasan tengkorak bertaring di atas bulan sabit yang merupakan lambang dari Kerajaan Kediri di kepalanya. Namun, lengan sebelah kirinya putus ketika diangkat ke permukaan pada era kolonial Belanda. Terbentuknya Arca Totok Kerot ini berkaitan dengan kesaktian Sri...

Menyelisik Mitos di Sendang Tirto Kamandanu

Gambar
  Gambar Sendang Tirta Kamandanu (Sumber: travelingyuk.com)     Sendang Tirta Kamandanu merupakan situs peninggalan kerajaan di masa pemerintahan Raja Kediri Sri Aji Jayabaya pada abad ke-12 silam, yang telah dipugar atas prakarsa yayasan Hondodeto Yogyakarta dan didukung oleh segenap lapisan masyarakat.  Sendang berarti kolam alami, sedangkan Tirta Kamandanu memiliki makna sumber mata air yang memberi kehidupan. Jadi sesuai namanya Sendang Tirta Kamandanu ini merupakan kolam alami yang berisi sumber mata air yang memberi kegunaan beraneka ragam bagi makhluk hidup. Tempat ini merupakan “Patirtan” (mata air yang dianggap suci) yang digunakan pada masa pemerintahan Sang Prabu Sri Aji Jayabaya dan masih lestari sampai sekarang. Pada masanya difungsikan sebagai kaputran atau tempat bermain putra–putri raja.        Selain sebagai tempat pemandiaan, air Sendang Tirta Kamandanu ini banyak digunakan untuk berbagai keperluan pengunjung s...